CIANJUR — Menyikapi perkembangan aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau, meningkatnya sebaran abu vulkanik, serta penurunan kualitas udara yang dapat membahayakan kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur secara resmi mengeluarkan surat edaran penting.
Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengumumkan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran secara daring (online). Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 07 September sampai dengan 08 September 2026 sebagai langkah antisipasi dan minimalisasi dampak erupsi.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah diinstruksikan untuk memanfaatkan platform digital resmi atau sarana media komunikasi daring lain seperti Google Meet (gmeet) atau Zoom Meeting (zoom meet).
Selain pengalihan sistem belajar, Disdikpora Kabupaten Cianjur juga menetapkan sejumlah poin penting dalam masa tanggap darurat ini, yang meliputi:
- Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan: Mengimbau seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk tetap berada di dalam rumah dan meminimalisir aktivitas di luar ruangan.
- Protokol Kesehatan: Mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker guna melindungi diri dari paparan abu vulkanik jika berada dalam kondisi mendesak yang mengharuskan keluar rumah.
- Pelaporan Kendala: Jika menemui hambatan, pelaksanaan daring dapat dilaporkan secara berjenjang kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur.
"Utamakan keselamatan, bersama kita bisa," menjadi pesan utama yang ditekankan oleh Disdikpora Kabupaten Cianjur dalam menghadapi situasi darurat ini. Masyarakat dan warga sekolah diimbau untuk terus mematuhi edaran pemerintah demi menjaga kesehatan serta keselamatan bersama. (r2)


