![]() |
| Gambar: Ilustrasi Ai |
Cianjur — Fenomena jatuhnya debu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dirasakan oleh warga di berbagai daerah. Salah satunya dialami oleh Rukoyah (54), seorang warga Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang merasa heran dengan banyaknya debu yang tiba-tiba menutupi halaman rumahnya.
Rukoyah mengaku terkejut saat mendapati permukaan halaman rumahnya dipenuhi lapisan debu tipis. Ia menduga fenomena tersebut berkaitan dengan informasi erupsi Gunung Anak Krakatau yang belakangan ini ramai diperbincangkan dan sebaran abunya terpantau meluas hingga wilayah Jawa Barat.
Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengonfirmasi bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang terbawa angin ke berbagai wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat, dengan ketinggian sebaran mencapai 20.000 kaki ke arah timur.
Kendati demikian, warga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menyaring informasi dan merujuk pada saluran resmi dari BMKG maupun Badan Geologi/PVMBG guna memastikan kebenaran informasi terkait dampak erupsi tersebut. r2


