CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat pascabencana. Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, memimpin langsung kegiatan gotong royong pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pembangunan jembatan vital yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank bjb ini menjadi penghubung utama menuju SDN Girimukti serta akses ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciketer di wilayah RT 04 / RW 04.
Kegiatan gotong royong ini berlangsung penuh kebersamaan. Selain Bupati Cianjur, acara turut dihadiri oleh Camat Cugenang Ali Akbar, S.Kom., M.AP., jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, Relawan Ketangguhan Bencana (Retana), serta unsur Muspika Cugenang lainnya.
Bersamaan dengan pembuatan jembatan, dilaksanakan pula kegiatan Padat Karya Pembersihan Area Sungai yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur untuk memberdayakan masyarakat lokal Desa Cijedil.
Camat Cugenang, Ali Akbar, S.Kom., M.AP., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Hari ini kami mendampingi Pak Bupati dalam peninjauan pembangunan jembatan yang menghubungkan ke SD Girimukti dan TPU. Harapannya tentu mempermudah akses mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang hendak mengantar jenazah ke pemakaman," ujar Ali Akbar.
Dalam sambutannya, Bupati Cianjur mengimbau keras agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai, demi mencegah banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.
Menanggapi arahan Bupati terkait penanganan sampah, Camat Cugenang menjelaskan langkah strategis yang sedang disiapkan pihak kecamatan dan pemerintah daerah:
Edukasi Pemilahan Sampah: Mendorong masyarakat memulai pemilahan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga agar beban sampah di tingkat desa hingga kabupaten tidak menumpuk.
Penambahan Armada Sampah: Kabupaten Cianjur berharap bisa menambah jangkauan armada pengangkutan sampah yang kini mencakup wilayah Kecamatan Cugenang.
Wacana Program TPS 3R: Pemerintah merencanakan pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS 3R) minimal satu unit per kecamatan.
Inovasi Nilai Ekonomi: Melalui TPS 3R, sampah akan langsung diolah pada hari yang sama menjadi briket yang memiliki nilai jual ekonomis.
"Memang dikeluhkan warga bahwa di sini belum ada tempat penampungan sampah sementara. Kedepannya kita diskusikan dengan desa dan dinas terkait lokasi TPS 3R yang strategis dan dapat diakses seluruh desa," tambah Ali Akbar.
Pembangunan jembatan ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh warga Kampung Cijedil, khususnya wilayah RW 02, RW 03, dan RW 04.
Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan sekaligus Ketua RW 02, Ade Supriyadi, mengungkapkan bahwa jembatan ini merupakan impian warga yang telah lama dinantikan pascamusibah bencana gempa dan longsor.
"Alhamdulillah, semenjak terjadinya bencana, jembatan ini baru bisa terealisasi sekarang berkat kerja keras rekan-rekan, pemerintah instansi daerah, dan dukungan dana CSR Bank bjb. Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat," ungkap Ade Supriyadi.
Dengan terealisasinya jembatan penyeberangan ini, diharapkan aktivitas pendidikan anak-anak SDN Girimukti dan mobilitas sosial warga Desa Cijedil dapat kembali berjalan aman, lancar, dan nyaman. Tan/do





