TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Timsel Umumkan 23 Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur Lulus Seleksi Administrasi

Timsel Umumkan 23 Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur Lulus Seleksi Administrasi

Daftar Isi
×


CIANJUR – Tim Seleksi (Timsel) Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026-2031 secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi. Sebanyak 23 nama dinyatakan lolos verifikasi berkas dan berhak melanjutkan ke tahapan uji kompetensi.


​Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi nomor 37/TSCPB/2026 yang diterbitkan pada tanggal 6 Mei 2026. Tim seleksi ini diketuai oleh Ahmad Rifa’i Azhari, S.Sos., M.Si., dengan komposisi anggota yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, serta tokoh masyarakat.


​Ketua Timsel, Ahmad Rifa’i Azhari, menyampaikan bahwa dari seluruh pendaftar yang masuk, sebanyak 23 orang telah memenuhi seluruh kriteria kelayakan dan kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasi yang ditetapkan BAZNAS Pusat.


​“Seluruh peserta yang diumumkan hari ini telah melalui verifikasi yang ketat. Mereka dinyatakan memenuhi syarat kelayakan sesuai peraturan BAZNAS dan siap mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Ahmad Rifa’i.


​Di antara deretan nama yang lolos, terdapat H. Tata, A.Pi., M.M., yang merupakan Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur periode 2021-2025. Ia mengonfirmasi telah menjalani tahapan tes tertulis bersama 22 peserta lainnya.


​“Alhamdulillah, tahapan tes tertulis sudah diikuti. Siapapun yang nantinya diberikan amanah untuk memimpin, harapan saya BAZNAS Cianjur ke depan bisa menjadi jauh lebih baik lagi,” ungkap H. Tata.


​Ia juga memberikan apresiasi terhadap materi uji kompetensi yang disiapkan panitia, mencakup aspek Regulasi, Fikih Zakat, hingga Wawasan Kebangsaan. Menurutnya, pemahaman mendalam pada aspek-aspek tersebut sangat krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat di wilayah Kabupaten Cianjur.


​H. Tata menambahkan, apabila dirinya kembali dipercaya mengemban amanah, ia berkomitmen untuk menuntaskan sejumlah program yang belum maksimal. Ia menyoroti potensi besar Zakat Mal yang hingga kini realisasinya baru mencapai sekitar 30%.


​“Masih banyak pekerjaan rumah (PR). Penghimpunan Zakat Mal dari target Zakat ASN di luar lingkungan Kemenag masih belum optimal, padahal potensi dari sektor ASN ini sangat bagus jika dikelola dengan maksimal,” jelasnya.


​Menutup keterangannya, H. Tata menegaskan bahwa proses seleksi ini adalah bagian dari mekanisme organisasi yang harus dihormati.


​“Terpilih atau tidak itu adalah hukum alam. Namun, saya akan pastikan saat serah terima jabatan nanti, PR yang belum terealisasi tetap saya dorong untuk dilanjutkan oleh pimpinan baru. Tujuannya hanya satu, yaitu optimalisasi zakat demi kesejahteraan warga Cianjur,” pungkasnya. (R2)