Ciamis_ — Sinergi pemberdayaan umat kembali diperkuat di Kabupaten Ciamis. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis, lembaga amil zakat, pemerintah desa dan masyarakat meluncurkan Kampung Zakat ke-16 di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing.
Peluncuran yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Pamalayan, Selasa, 27 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari komitmen bersama mendorong pengelolaan zakat yang produktif, tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., menegaskan Kampung Zakat bukan hanya soal penyaluran.
"Tujuan idealnya adalah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan kemandirian," ujar Yayan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) dikelola optimal. Bantuan tidak boleh berhenti untuk konsumtif, tapi harus memicu mustahik mengembangkan usaha hingga mandiri secara ekonomi.
"Kita ingin mengubah paradigma, dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang mandiri. Harapannya mustahik hari ini, bisa menjadi muzaki di masa depan," tambahnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA., menyebut pengelolaan zakat butuh komitmen dan keikhlasan bersama.
"Alhamdulillah, dari berbagai pengalaman selama 71 tahun, kami terus berupaya agar Ciamis sesuai dengan motonya sebagai daerah yang agamis. Dengan dukungan semua pihak, Kampung Zakat ini dapat berjalan lancar dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Lili.
BAZNAS Ciamis terus memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap wilayah. Dana yang terhimpun diarahkan untuk pemberdayaan UMKM, bantuan kesehatan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan.
"Alhamdulillah, sudah banyak UMKM yang dibangun dan dikembangkan oleh UPZ. Selain itu, dengan adanya Kampung Zakat, masyarakat yang sakit atau tinggal di rumah yang tidak layak huni juga dapat kami bantu," jelasnya.
Kemenag Ciamis berharap, kehadiran Kampung Zakat ke-16 di Pamalayan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tapi berkelanjutan.
"Alhamdulillah, kita telah menyaksikan apa yang terjadi di Pamalayan," ungkap Yayan.
Dengan kolaborasi Kemenag, BAZNAS, Pemkab Ciamis, Pemdes Pamalayan, lembaga amil zakat dan masyarakat, Kampung Zakat diharapkan mampu mengangkat potensi ekonomi lokal Desa Pamalayan dan melahirkan lebih banyak warga mandiri dan sejahtera. (Arf)


0Komentar
Terimakasih telah memberikan kontribusi anda