TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Rumah Warga Miskin di Haurwangi Cianjur Dibobol Maling Saat Istri dan Cucu Sakit Keras

Rumah Warga Miskin di Haurwangi Cianjur Dibobol Maling Saat Istri dan Cucu Sakit Keras

Daftar Isi
×



CIANJUR — Pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga pula" tampaknya sangat pas menggambarkan nasib yang tengah dialami Supriatna (57), warga Kampung Mareleng Kidul, RT 02/RW 10, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di tengah ujian berat menghadapi keluarganya yang jatuh sakit, rumah panggung miliknya justru disatroni maling pada Minggu dini hari (27/09/2026).


Peristiwa pencurian tersebut diperkirakan terjadi menjelang waktu subuh. Pelaku membobol rumah korban melalui pintu depan. Ironisnya, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Supriatna beserta anggota keluarga lainnya tengah fokus mengurus anggota keluarga yang dirawat intensif.


"Rumah dibobol maling lewat pintu depan sekitar subuh dini hari," ujar DVN (11), cucu korban, yang saat kejadian tengah menginap di rumah tetangga.

 

DVN menuturkan, pencuri tersebut tega memanfaatkan situasi sulit yang sedang dialami keluarganya. Pelaku menggondol satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Padahal, tabung gas tersebut merupakan satu-satunya sarana vital yang biasa digunakan untuk memasak nasi sehari-hari guna memenuhi kebutuhan keluarga.


Beban hidup Supriatna saat ini kian berlipat ganda. Selain harus meratapi rumahnya yang kemalingan, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa istri tercinta serta cucunya yang masih balita tengah terbaring sakit keras dan harus menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat situasi ini semakin terasa berat bagi mereka.


Di tengah himpitan musibah bertubi-tubi ini, Supriatna hanya bisa pasrah namun tetap memohon adanya secercah harapan. Ia berharap ada uluran tangan dan kepedulian dari para dermawan, pengusaha, pihak swasta, maupun pemerintah setempat untuk meringankan beban hidup yang dihadapinya saat ini.


"Supriatna berharap dan memohon ada uluran tangan dari para dermawan, pengusaha, swasta maupun pemerintah untuk meringankan beban hidupnya di tengah keterbatasan ekonomi dan keadaan," pungkasnya penuh harap.

Laporan : Taufik/WGSarang Media Online

0Komentar