CIANJUR — Pemerintah Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaksanakan penyaluran bantuan pangan beras alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima total sebanyak 30 kilogram beras.
Kegiatan pendistribusian yang dipusatkan di Kantor Desa Nyalindung ini dibagikan langsung oleh jajaran perangkat desa serta didampingi secara langsung oleh Kepala Desa Nyalindung, Moh. Zaenudin, pada Jumat (11/09/2026).
Kepala Desa Nyalindung, Moh. Zaenudin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas guliran bantuan pangan yang dinilai sangat meringankan beban warga. Ia berharap program yang menyasar masyarakat ini dapat terus berlanjut demi menunjang kebutuhan hidup sehari-hari warga.
"Kami atas nama pemerintah desa dan mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat atas bantuan pangan ini. Semoga bantuan ini benar-benar membantu kehidupan warga kami dan program seperti ini bisa berkelanjutan," ujar Moh. Jaenudin.
Di sisi lain, Kasi Kesra Desa Nyalindung, Dendi Fadilah, mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat membantu perekonomian warga di tengah dinamika kebutuhan saat ini. Kendati demikian, ia juga menyampaikan adanya kendala krusial terkait validasi data penerima di wilayahnya.
Dari total kuota, tercatat ada 990 KPM yang menerima bantuan. Namun, pihak desa mendapati sebanyak 200 data penerima yang tidak ditemukan atau tidak valid di lapangan sehingga tidak dapat dicairkan.
Dendi menyebutkan, persoalan muncul karena data pengganti yang masuk berasal dari desil 1 hingga desil 4, sementara pihak desa mengaku tidak mengetahui sumber asal data tersebut. Pihaknya lantas memohon kepada instansi berwenang agar permasalahan validitas data ini dapat segera ditangani secara serius.
"Bantuan ini sangat membantu warga masyarakat untuk kelangsungan hidup mereka. Akan tetapi, perlu kami sampaikan bahwa di Desa Nyalindung terdapat 990 KPM, namun ada sekitar 200 data yang tidak ditemukan oleh pihak desa dan tidak bisa dicairkan, terlebih data penggantinya berada di kisaran desil 1 hingga desil 4 yang kami sendiri tidak tahu asal-usul datanya dari mana. Kami mohon kepada pemerintah agar hal ini benar-benar bisa diatasi dan dievaluasi," tegas Dendi Fadilah.
Perasaan syukur juga diungkapkan oleh salah seorang warga penerima manfaat, Ibu Ayi (warga Kampung Haregem RT 04/RW 05). Ia mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat maupun perangkat desa yang telah memfasilitasi kelancaran penyaluran bantuan hingga sampai ke tangan warga.
"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menyalurkan bantuan ini, serta kepada pemerintah desa yang sudah memfasilitasi pembagiannya. Bantuan beras ini sangat bisa dirasakan manfaatnya oleh kami untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ungkap Ibu Ayi. Laporan : Tantan



