![]() |
| Photo : Siti Fatina, S.Pd Dokumentasi : Huri |
CIANJUR — Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur sukses menggelar kegiatan Kick-Off Manasik Haji Nasional 2026 secara hibrida (luring dan daring melalui Zoom) pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Jalan Veteran Lingkar Selatan, Sabandar, Karangtengah, Cianjur ini dimulai pada pukul 15.30 WIB dan diikuti oleh sekitar 50 orang jamaah.
Kasubag Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Cianjur, Siti Fatima, menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan pengenalan awal sekaligus sosialisasi program manasik nasional secara serentak yang terhubung dari Madiun.
"Kegiatan hari ini alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik. Hari ini kita informasikan mengenai kick-off Manasik Haji Nasional yang diselenggarakan secara serentak. Karena terhubung secara daring, sementara belum ada materi mendalam yang disampaikan, melainkan baru gambaran umum program," ujar Siti Fatuma usai kegiatan.
Berdasarkan data sementara, kuota haji untuk Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 107 orang, dengan jumlah jamaah yang telah melunasi administrasi dan siap berangkat per saat ini mencapai 61 orang. Para jamaah yang terdaftar ini datang dari berbagai wilayah dengan sebaran geografis yang beragam di Kabupaten Cianjur.
"Untuk jamaah haji yang paling jauh berasal dari daerah Cidaun, sementara yang paling dekat berada di sekitaran Karangtengah ini," jelasnya.
Dari segi usia, rentang usia jamaah pada musim haji tahun ini masih cukup fluktuatif. Jamaah termuda tercatat berusia 22 tahun, sedangkan jamaah tertua berusia 86 tahun.
Sebagai langkah persiapan menghadapi keberangkatan, Kemenhaj Kabupaten Cianjur berinisiatif menghadirkan program tambahan di luar agenda wajib dari pemerintah. Mulai bulan depan, pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan "Menyapa Manasik" secara berkala setiap satu bulan sekali, dan ditingkatkan menjadi dua kali sebulan saat mendekati masa pemberangkatan.
Tidak hanya memperdalam pemahaman fikih ibadah, bimbingan manasik tahun ini juga akan memberikan porsi khusus pada aspek kesehatan fisik jamaah, yang meliputi bimbingan manasik kesehatan, sesi olahraga ringan, hingga praktik langsung di akhir sesi.
"Harapan kedepannya ada dua hal utama. Pertama, agar jamaah bisa mandiri dan tidak terlalu mengandalkan pemimpin atau petugas, makanya jadwal bimbingan manasik kita perbanyak. Kedua, kita arahkan ke manasik kesehatan agar jamaah bisa menjaga kondisi tubuhnya mulai dari sekarang," tegas Siti Fatima.
Ia menambahkan, evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan masih banyak jamaah yang jatuh sakit setibanya di tanah suci. Melalui program intensif ini, Kemenhaj Cianjur berharap para jamaah dapat tiba dalam kondisi sehat, memahami seluruh rangkaian ibadah dengan baik, serta mandiri dan tidak kebingungan selama di tanah suci.
Laporan : Huri

0Komentar
Terimakasih telah memberikan kontribusi anda