Cianjur, 30 September 2026 — Sebuah pencapaian membanggakan datang dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Cianjur. Tubagus Damarnando Pancalima, siswa MAS Al-Falah, berhasil meraih peringkat ke-3 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2026 bidang Matematika jenjang MA/SMA.
Hasil tersebut bukan sekadar angka dalam daftar peringkat. Bagi Tubagus dan keluarganya, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk belajar, berlatih, berani berkompetisi, dan mengembangkan kemampuan akademik.
Lebih membanggakan lagi, pencapaian tersebut mengantarkan Tubagus untuk melanjutkan perjuangan ke OMI Tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 5 Oktober 2026.
Kini, suasana persiapan menuju tingkat provinsi mulai dirasakan. Materi kembali dipelajari, kemampuan terus diasah, dan tentunya doa serta dukungan dari keluarga dan sekolah menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Sebagai orang tua, Dede Rohman mengaku bersyukur sekaligus bangga atas pencapaian yang telah diraih putranya.
Menurutnya, keberhasilan seorang anak dalam sebuah kompetisi tidak seharusnya hanya dilihat dari apakah ia menjadi juara atau tidak. Ada proses panjang yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana seorang anak belajar menghadapi tantangan, membangun keberanian, menerima hasil, dan terus berusaha menjadi lebih baik.
“Sebagai orang tua, tentu saya sangat bangga dan bersyukur. Bagi saya, prestasi Tubagus bukan hanya tentang mendapatkan peringkat, tetapi tentang proses yang telah dia jalani. Dia mau belajar, berusaha dan berani mengikuti kompetisi. Itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Dede Rohman.
Ia juga menilai bahwa prestasi tersebut tidak berdiri sendiri. Ada dukungan dari berbagai pihak yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan Tubagus, terutama keluarga dan lingkungan sekolah.
Dede Rohman secara khusus menyampaikan apresiasi kepada MAS Al-Falah beserta para guru dan pembimbing yang telah memberikan kesempatan kepada Tubagus untuk mengembangkan kemampuan akademiknya.
Menurutnya, sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk keberanian dan kepercayaan diri siswa untuk berkompetisi.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MAS Al-Falah, para guru dan pembimbing yang telah memberikan dukungan kepada Tubagus. Bagi kami sebagai orang tua, dukungan sekolah sangat berarti. Anak tidak cukup hanya belajar di rumah, tetapi juga membutuhkan lingkungan pendidikan yang mendorong dan memberikan ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Ia berharap prestasi yang diraih Tubagus dapat menjadi bagian dari semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Menurutnya, setiap siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda. Karena itu, dukungan guru dan orang tua sangat diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.
Menghadapi OMI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Dede Rohman tidak ingin putranya justru terbebani oleh target harus mendapatkan peringkat tertentu.
Ia lebih memilih memberikan dorongan agar Tubagus menikmati proses, mempersiapkan diri dengan baik, dan memberikan kemampuan terbaiknya.
“Saya selalu menyampaikan kepada Tubagus agar jangan terlalu terbebani dengan hasil. Yang penting belajar dengan sungguh-sungguh, berlatih, berdoa dan memberikan kemampuan terbaik. Kalau hasilnya baik, tentu kita syukuri. Kalau belum sesuai harapan, tetap menjadi pengalaman untuk belajar dan memperbaiki diri,” kata Dede Rohman.
Pesan tersebut menjadi penting karena kompetisi di tingkat provinsi tentu menghadirkan tantangan yang berbeda. Peserta datang dari berbagai daerah dengan kemampuan dan pengalaman akademik masing-masing.
Bagi Tubagus, kesempatan untuk melangkah ke tingkat provinsi sudah menjadi pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan pendidikannya.
Saat ini Tubagus bersama pihak sekolah terus mempersiapkan diri menghadapi OMI Tingkat Provinsi Jawa Barat pada 5 Oktober 2026.
Persiapan bukan hanya mengenai penguasaan materi Matematika, tetapi juga kesiapan mental untuk menghadapi suasana kompetisi yang lebih luas.
Dede Rohman berharap putranya dapat menjalani persiapan dengan penuh semangat dan tetap menjaga sikap rendah hati.
“Untuk Tubagus, terus belajar dan jangan cepat merasa puas. Prestasi hari ini harus menjadi motivasi untuk terus belajar lebih baik. Tetap rendah hati, hormati guru, dan jangan lupa berdoa. Kami sebagai orang tua akan selalu mendukung dan mendoakan,” tuturnya.
Ia juga berharap pengalaman Tubagus dapat memberikan motivasi kepada pelajar lainnya agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan yang dapat mengembangkan kemampuan mereka.
Bagi keluarga Dede Rohman, OMI 2026 bukan hanya tentang sebuah perlombaan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi Tubagus untuk belajar tentang kerja keras, disiplin, keberanian, sportivitas dan tanggung jawab.
Peringkat ke-3 tingkat Kabupaten Cianjur menjadi satu langkah yang patut disyukuri. Namun perjalanan masih berlanjut.
Kini, Tubagus Damarnando Pancalima membawa semangat dari Kabupaten Cianjur menuju OMI Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dukungan dari keluarga, guru, sekolah, dan orang-orang yang memberikan semangat menjadi energi tersendiri bagi Tubagus untuk menghadapi tahapan berikutnya.
“Apapun hasilnya nanti di tingkat provinsi, kami sebagai orang tua tetap bangga. Yang terpenting Tubagus sudah berani melangkah, berusaha dan memberikan yang terbaik. Semoga pengalaman ini menjadi bekal yang baik untuk pendidikan dan masa depannya,” pungkas Dede Rohman. (r2)


0Komentar
Terimakasih telah memberikan kontribusi anda