CUGENANG — Pendopo Kantor Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi saksi terselenggaranya acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa se-Kecamatan Cugenang, Kamis (13/8).
Kegiatan akbar ini dikemas dalam rangkaian Syahriahan Istimewa MUI Cugenang, yang juga diisi dengan istighosah dan Tabligh Akbar dalam rangka Tasyakur Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 serta menyambut bulan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Acara ini mengusung tema "Khidmah Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Cugenang".
Acara penuh khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten Cianjur, Camat Cugenang, Kepala KUA Kecamatan Cugenang, Ketua UPZ Kecamatan Cugenang, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang meliputi Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Hadir pula para Kepala Desa se-Kecamatan Cugenang, pimpinan berbagai organisasi Islam, anggota DPRD dari Partai PKS dan NasDem, para alim ulama, serta ratusan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Cianjur, KH. Saepul Ulum, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa sebagai khodimul ummah (pelayan umat), hakekat kemerdekaan bukan sekadar hitungan hari, bulan, atau tahun, melainkan esensi kemerdekaan yang harus dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat.
Sebanyak 16 Ketua MUI Desa se-Kecamatan Cugenang resmi dikukuhkan dalam kesempatan tersebut. Ketua MUI Kecamatan Cugenang, Ust. Anas Yana, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara istimewa ini.
"Kegiatan syahriahan yang biasa kami laksanakan bertepatan dengan momentum hari kemerdekaan, sehingga kami jadikan sebagai tasyakur kemerdekaan. Ini adalah wujud syiar sekaligus tugas tanggung jawab MUI sebagai mitra strategis umaro untuk membangun sinergitas antara ulama dan pemerintah," ujar Ust. Anas.
Ia juga memaparkan sejumlah program jangka panjang MUI Cugenang untuk 5 tahun ke depan, di antaranya:
- Agenda Tahunan: Menjadikan tasyakur kemerdekaan dan pengajian rutin sebagai agenda tahunan resmi MUI Cugenang.
- Haul Akbar Gempa Cugenang: Merencanakan perhelatan Haul Akbar setiap 5 tahun sekali yang dipanitiai langsung oleh jajaran MUI untuk mengenang musibah gempa bumi di Cugenang.
- Keterlibatan Tokoh Muda: Masuknya banyak wajah baru dari kalangan generasi muda yang siap maju sebagai "MUI Muda" di Kecamatan Cugenang.
Menanggapi tantangan sosial kontemporer seperti fenomena LGBT, Ust. Anas menegaskan bahwa MUI Cugenang terpanggil untuk melaksanakan tugas amar makruf nahi mungkar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
"MUI senantiasa melakukan tindakan preventif, berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, dan aparat keamanan. Namun, ranah MUI adalah memberikan fatwa dan bimbingan, sementara penindakan tegas merupakan kewenangan aparat penegak hukum sesuai dengan tuntunan syariat," jelasnya.
Sementara itu, Camat Cugenang, Ali Akbar, S.Kom., M.AP., mengapresiasi suksesnya kolaborasi antara pihak kecamatan, MUI, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
"Alhamdulillah acara berjalan lancar. Pengukuhan susunan pengurus MUI desa ini diharapkan mampu semakin meningkatkan sinergitas antara ulama dan umaro ke depannya," ungkap Ali Akbar.
Ia juga menyoroti banyaknya wajah baru dan kader-kader MUI muda yang kini lebih aktif terlibat. Menurutnya, hal ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman, di mana dakwah tidak lagi terbatas pada pertemuan tatap muka, melainkan merambah media sosial dan platform digital seperti TikTok guna menjangkau Gen Z dan generasi muda Cugenang secara lebih luas.
Rangkaian acara yang penuh kekhidmatan ini ditutup secara khusyuk dengan pelaksanaan Tabligh Akbar bersama seluruh jamaah yang hadir. (Red)


