TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Gali Potensi Wisata Tersembunyi, Staf Kecamatan Cugenang Temukan 6 Curug Eksotis Baru

Gali Potensi Wisata Tersembunyi, Staf Kecamatan Cugenang Temukan 6 Curug Eksotis Baru

Daftar Isi
×


CUGENANG, CIANJUR – Wilayah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, ternyata menyimpan kekayaan alam yang jauh lebih besar dari yang terdata selama ini. Melalui aksi jemput bola yang dilakukan oleh Cecep Rustandi, staf Kecamatan Cugenang, ditemukan setidaknya enam titik destinasi wisata alam baru yang berpotensi menjadi primadona pariwisata Jawa Barat.

​Selama sebulan terakhir, Cecep Rustandi secara konsisten melaksanakan pendampingan pencarian destinasi alam setiap satu minggu sekali. Salah satu penemuan terbaru yang memukau adalah Curug Eunteung yang terletak di Kp. Pasir Tunagan, Desa Wangunjaya.


​Untuk mencapai keindahan Curug Eunteung, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 2 km dari batas perkampungan terdekat. Lokasi ini menawarkan suasana alam khas Cugenang yang masih asri, sejuk, dan belum terjamah oleh polusi perkotaan.


​Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur, saat ini hanya ada tiga objek wisata di wilayah Cugenang yang diakui secara resmi, yaitu:

  1. Batlem
  2. Jongor
  3. Kopi Mlaku

​Namun, penelusuran lapangan yang dilakukan Cecep membuktikan bahwa Cugenang memiliki kekayaan tersembunyi yang luar biasa. Hingga saat ini, total ada enam lokasi potensial yang telah diidentifikasi, di antaranya:

  • Curug Lame & Curug Eunteung (Desa Wangunjaya)
  • Curug Cikaca (Kp. Pameungpeuk, Desa Cijedil)
  • Curug Maing
  • ​Serta dua titik air terjun lainnya yang sedang dalam tahap observasi lebih lanjut.
  • ​"Setelah ditelusuri langsung ke lapangan, ternyata Cugenang sangat kaya akan wisata alamnya. Kami berharap potensi ini bisa mendapat perhatian lebih agar dapat dikembangkan menjadi objek wisata resmi yang dapat meningkatkan ekonomi warga lokal," ujar Cecep Rustandi di sela kegiatannya.


    ​Penemuan ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Dinas Pariwisata Cianjur untuk melakukan pengembangan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya tanpa merusak ekosistem asli. (R2Sj)

Special Ads
Special Ads