TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Ratusan Warga Desa Benjot dan Cibulakan Tolak Pembangunan Ulang Peternakan Benjot Farm

Ratusan Warga Desa Benjot dan Cibulakan Tolak Pembangunan Ulang Peternakan Benjot Farm

Daftar Isi
×


CIANJUR, 16 Januari 2026 – Ratusan warga dari Desa Benjot dan Desa Cibulakan, khususnya warga Kampung Pangkalan, menyatakan sikap tegas menolak rencana pembangunan ulang peternakan ayam ras bibit milik PT Benjot Farm. Penolakan ini memuncak dalam musyawarah yang digelar pada Jumat (16/1) yang dihadiri oleh jajaran perangkat desa dan aparat keamanan.

​Aksi penolakan ini didasari oleh kekecewaan mendalam warga terhadap operasional peternakan yang dianggap tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar sejak pertama kali berdiri pada tahun 1992.



Muhammad Nur, selaku tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa dampak lingkungan dari peternakan ayam tersebut sangat besar, sementara warga sekitar tidak diberdayakan sama sekali.


​"Dampak lingkungannya sangat besar dan warga di lingkungan tidak diperdayakan sehingga kehadiran perusahaan tidak bermanfaat bagi warga sekitar. Masyarakat tetap menolak secara penuh pembangunan peternakan tersebut dan kami akan terus mengontrol setiap aktivitas yang dilakukan pihak perusahaan ke depannya," tegas Muhammad Nur.


​Senada dengan hal tersebut, salah seorang warga mengungkapkan bahwa selama lebih dari tiga dekade (sejak 1992), hampir tidak ada kompensasi atau bentuk kepedulian sosial yang diterima masyarakat dari pihak Benjot Farm.



Kepala Desa Benjot, Sopian Sauri, yang hadir memfasilitasi ruang diskusi tersebut menyampaikan bahwa awalnya pihak desa memberikan ruang untuk mendengar paparan perusahaan. Pihak PT Benjot Farm sempat menjanjikan bahwa teknologi pembangunan baru ini tidak akan menimbulkan bau maupun lalat.


​"Awalnya kami memberikan ruang untuk membuktikan ucapan pihak perusahaan bahwa peternakan yang akan dibangun tidak menimbulkan bau dan lalat. Namun hari ini, warga sekitar telah menyatakan sikap tegas menolak pembangunan tersebut. Kita ambil hikmahnya dari diskusi hari ini," ujar Sopian Sauri.


​Di sisi lain, Humas PT Benjot Farm belum bisa memberikan kepastian terkait langkah perusahaan selanjutnya. Ia menyatakan bahwa kelanjutan proyek pembangunan ulang ini sepenuhnya bergantung pada keputusan pimpinan pusat pasca adanya penolakan masif dari warga.


Musyawarah yang berlangsung di Kampung Pangkalan tersebut berjalan dengan pengawalan ketat dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Benjot. Meski suasana sempat memanas karena banyaknya warga yang hadir, situasi tetap terkendali. Hingga berita ini diturunkan, warga menyatakan akan tetap bersiaga memantau lokasi agar tidak ada aktivitas pembangunan yang dipaksakan. (R2Sj)

0Komentar

Special Ads
Special Ads