TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Mengetuk Pintu Ampunan: Persiapan Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah

Mengetuk Pintu Ampunan: Persiapan Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah

Daftar Isi
×

 


Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah iman bagi setiap Muslim. Para pendahulu kita yang saleh (Salafush Shalih) telah mencontohkan bagaimana kerinduan terhadap bulan suci ini dipupuk jauh-jauh hari. Bahkan, sebagian dari mereka telah berdoa memohon dipertemukan dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya.

Bagaimana cara kita mempersiapkan diri sesuai dengan bimbingan syariat? Berikut adalah beberapa poin utama yang perlu kita perhatikan:

1. Taubat yang Nasuha (Murni)

Langkah pertama sebelum memasuki bulan suci adalah membersihkan hati dari noda maksiat. Al-Qur'an memerintahkan:

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)

Memasuki Ramadhan dalam keadaan masih memikul beban dosa yang belum ditaubati akan menghalangi seseorang dari kelezatan ibadah.

2. Memperdalam Ilmu Fikih Puasa

Ibadah tanpa ilmu adalah kesia-siaan, bahkan berisiko tertolak. Penting bagi kita untuk mempelajari kembali:

  • Syarat sah dan rukun puasa.

  • Hal-hal yang membatalkan puasa.

  • Adab-adab berpuasa sesuai Sunnah Nabi $SAW$.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata, "Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka rusaknya lebih banyak daripada maslahat yang diraih."

3. Melatih Diri di Bulan Sya'ban

Bulan Sya'ban adalah momen "pemanasan". Rasulullah $SAW$ paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadhan). Dengan membiasakan puasa sunnah, tilawah Al-Qur'an, dan bangun malam di bulan Sya'ban, tubuh dan jiwa tidak akan kaget saat memasuki awal Ramadhan.

4. Membersihkan Hati dari Penyakit Syirik dan Hasad

Dalam sebuah hadits shahih, Allah memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu Sya'ban, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang yang memiliki kebencian/permusuhan dengan saudaranya. Mari kita murnikan tauhid dan lapangkan dada terhadap sesama Muslim.

5. Menyusun Target Amal Shalih

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa rencana. Tentukan target yang realistis namun menantang, seperti:

  • Khatam Al-Qur'an dengan tadabbur.

  • Menjaga shalat tarawih berjamaah.

  • Memperbanyak sedekah dan memberi makan orang berbuka.


Penutup

Mari kita sambut bulan penuh berkah ini dengan rasa syukur dan harap (raja'), sembari memohon pertolongan kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk beramal secara maksimal. Semoga Allah menyampaikan kita pada bulan Ramadhan dalam keadaan iman yang kokoh.

0Komentar

Special Ads
Special Ads