TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Geliat Ekonomi Desa Wangun Jaya: BUMDes Tunas Wangun Bakti Bidik Pendapatan Rp170 Juta dari Kelinci dan Cabai

Geliat Ekonomi Desa Wangun Jaya: BUMDes Tunas Wangun Bakti Bidik Pendapatan Rp170 Juta dari Kelinci dan Cabai

Daftar Isi
×


Simaklah, ​CUGENANG, CIANJUR – Pemerintah Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui transformasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Wangun Bakti. Meski baru beroperasi selama tiga bulan, BUMDes ini menunjukkan progres menjanjikan dengan mengintegrasikan sektor peternakan kelinci dan pertanian hortikultura secara berkelanjutan.


​Berlokasi di Kp. Rasid RT 02/02, Desa Wangun Jaya, BUMDes Tunas Wangun Bakti saat ini mengelola kapasitas ternak hingga 250 ekor kelinci jenis Haila dan Rex. Unit usaha ini didukung oleh investasi awal sebesar Rp259.408.000, yang dialokasikan untuk pengembangan peternakan sekaligus pengelolaan kebun cabai di lahan seluas 3.000 meter persegi.


​Ketua BUMDes Tunas Wangun Bakti, Zaenal Raksa Agama, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan unit usaha ini terletak pada efisiensi biaya produksi dan pemanfaatan potensi lokal.


​"Kami menekan biaya operasional dengan memproduksi pakan mandiri memanfaatkan ampas tahu dari pengrajin lokal di sekitar desa. Strategi ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular," jelas Zaenal.


​Untuk pemasaran, BUMDes fokus pada penjualan anakan kelinci dengan target utama wilayah Bogor dan Bandung yang memiliki permintaan tinggi. Dengan siklus rencana panen setiap dua bulan sekali, unit usaha ini optimistis dapat memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.


​Aspek kesehatan hewan menjadi prioritas utama. BUMDes Tunas Wangun Bakti secara aktif berkolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Cianjur serta komunitas peternak profesional untuk pendampingan teknis dan langkah preventif pencegahan penyakit.


​Selain aspek teknis, proyek ini juga mulai memberikan dampak sosial dengan memberdayakan warga setempat sebagai tenaga kerja produktif di area operasional.


​Kepala Desa Wangun Jaya, H. Misbahudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap akselerasi yang dilakukan pengurus BUMDes. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret desa dalam membangun kemandirian ekonomi.


​"Kami mendukung penuh langkah BUMDes Tunas Wangun Bakti. Ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan upaya nyata desa untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan," tegas H. Misbahudin.

 

​Dengan manajemen yang tertata, BUMDes Tunas Wangun Bakti memproyeksikan pendapatan mencapai Rp170.000.000 per tahun hanya dari hasil penjualan anakan kelinci. Keuntungan tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi wilayah serta memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Wangun Jaya. (R2Sj)

0Komentar

Special Ads
Special Ads