TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
BUMDes Cibeureum Berkarya Dorong Ekonomi Desa Lewat Budidaya Getah Pepaya dan Bawang, Targetkan PADes Signifikan

BUMDes Cibeureum Berkarya Dorong Ekonomi Desa Lewat Budidaya Getah Pepaya dan Bawang, Targetkan PADes Signifikan

Daftar Isi
×


CIANJUR, JAWA BARAT – Pemerintah Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibeureum Berkarya, meluncurkan program pemberdayaan ekonomi inovatif berupa budidaya getah pepaya dan pertanian bawang. Program ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp342.000.000 yang bersumber dari Dana Desa.


Simaklah, Videonya disini!



​Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan desa sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal. Lokasi pengembangan dipusatkan di Kampung Mencut dan Cibeureum Kidul untuk pepaya, sementara pertanian bawang tersebar di lima kedusunan.


​Ketua BUMDes Cibeureum Berkarya, Asep Sopian Ripa’i, menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, sebesar Rp193.000.000 dialokasikan khusus untuk budidaya pepaya di atas lahan seluas 2 hektar dengan populasi 2.000 pohon.


​BUMDes menjalin kemitraan strategis dengan PT Ridho Bangun Jaya (PT RBJ) sebagai penyedia bibit, pupuk, hingga obat-obatan. "PT RBJ juga bertindak sebagai offtaker yang menjamin penyerapan hasil panen getah pepaya kering dengan harga Rp125.000 per kilogram. Sedangkan buahnya akan kami jual murah ke masyarakat dan pelaku UMKM lokal agar ekonomi warga ikut terbantu," ujar Asep.


​Proyeksi pendapatan dari sektor pepaya ini sangat menjanjikan. Dalam siklus tiga tahun sebelum peremajaan, total pendapatan kumulatif diprediksi mencapai Rp840.000.000. Laba usaha diproyeksikan mulai stabil pada tahun kedua sebesar Rp137 juta.


​Sesuai kesepakatan musyawarah desa, pembagian laba bersih BUMDes telah diatur secara proporsional:

  • 30% untuk Pendapatan Asli Desa (PADes).
  • 30% untuk biaya pengelolaan/operasional.
  • 10% untuk kegiatan sosial masyarakat.

​Kepala Desa Cibeureum, Asep Nahdoh, menekankan pentingnya akuntabilitas. "Saya menginstruksikan pengurus BUMDes untuk melakukan pertanggungjawaban secara berkala. Transparansi adalah kunci agar BUMDes dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.


​Hal senada diamini oleh pengurus BUMDes yang berkomitmen menjaga modal usaha. Hingga saat ini, pengurus sepakat untuk belum menerima gaji demi menjaga kekuatan modal sesuai AD/ART.


​Program ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga, salah satunya Nirwanudin (55), seorang petugas lapangan. Setelah sempat menganggur, kini ia telah bekerja selama empat bulan di perkebunan BUMDes.


​"Alhamdulillah, setelah sekian lama menganggur, adanya perkebunan ini sangat membantu saya. Saya sudah bekerja empat bulan di sini dan bisa menafkahi keluarga kembali," ungkap Nirwanudin dengan syukur.


​Untuk memastikan keberlanjutan, BUMDes menempatkan tenaga kerja yang bersiaga 24 jam guna menjaga keamanan dan kesehatan tanaman dari serangan hama. Monitoring dan Evaluasi (Monev) juga rutin dilakukan setiap semester oleh pihak kecamatan dan pemerintah desa guna memastikan target tahun 2026 tercapai. (R2Sj)

0Komentar

Special Ads
Special Ads