Simaklah, CIKAROYA, CIANJUR – Puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Desa Cikaroya mendatangi Kantor Kepala Desa Cikaroya pada Selasa, 30 Desember 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan realisasi Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) Tahap 4 Tahun 2025 yang dinilai janggal.
Pasalnya, dari ribuan warga Desa Cikaroya, tercatat hanya ada 2 (dua) orang warga yang muncul sebagai Penerima Manfaat (PM) pada tahap kali ini. Hal ini memicu kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat yang mengharapkan bantuan tersebut.
Kepala Desa Cikaroya, H. Encep Mahmudin, membenarkan kondisi tersebut saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data yang turun, penerima bantuan memang menyusut drastis hingga menyisakan dua orang saja.
"Benar bahwa penerima BLT Kesra di Desa Cikaroya hanya berjumlah dua orang, yaitu satu warga dari Kampung Bojong Koneng dan satu warga dari Kampung Cibenda. Terkait masalah ini, saya akan segera menanyakan langsung kepada dinas terkait untuk mencari tahu di mana letak kesalahannya, apakah pada sistem atau sinkronisasi data," ujar H. Encep.
Keresahan senada disampaikan oleh Dadin, Ketua RT 07 RW 02. Ia mengaku berada dalam posisi sulit karena harus berhadapan langsung dengan pertanyaan warga yang merasa haknya hilang.
"Kami tidak bisa berkata apa-apa saat masyarakat menanyakan realisasi BLT Kesra tersebut. Beban moral ada di kami selaku pengurus wilayah. Oleh karena itu, kami segera datang menemui Kepala Desa untuk meminta kejelasan agar kami bisa menjawab pertanyaan warga dengan tepat," ungkap Dadin.
Pihak Pemerintah Desa Cikaroya berjanji akan segera mengawal masalah ini ke tingkat kabupaten agar proses penyaluran bantuan sosial di masa mendatang dapat kembali tepat sasaran dan sesuai dengan data kemiskinan yang ada di lapangan. (R2Sj)


0Komentar