TSroGSO8GfM8TUM7TpM6TpWiTi==
Tiga Tahun Terkapar Akibat Gempa Cianjur 2022, Lansia di Cugenang Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Tiga Tahun Terkapar Akibat Gempa Cianjur 2022, Lansia di Cugenang Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Daftar Isi
×


CIANJUR, JAWA BARAT – Nasib pilu dialami Iding (68), warga Kampung Babakan Cangklek RT 02/02, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Sejak bencana gempa bumi melanda Cianjur pada tahun 2022 silam, Iding kini hanya bisa terbaring lemah dan kehilangan kemampuannya untuk beraktivitas normal.

​Iding merupakan salah satu korban luka berat yang tertindih reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Akibat kejadian tersebut, kedua kakinya mengalami cedera serius hingga harus dipasang pen permanen. Meski sempat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Bandung, kondisi fisiknya tak kunjung pulih seperti sediakala.

Selama tiga tahun terakhir, Iding terpaksa mengungsi dan dirawat di kediaman menantunya, Dede, yang berlokasi di Kampung Gunung Lanjung 2 RT 02/07, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

​Dede, yang sehari-harinya bekerja sebagai perajin kusen, mengaku kesulitan untuk membiayai perawatan jangka panjang mertuanya. Di tengah kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia dengan setia merawat Iding yang kini sama sekali tidak bisa berjalan atau bepergian ke mana-mana.

​"Bapak sudah tidak bisa ke mana-mana sejak kejadian gempa itu. Kakinya dipasang pen. Kami sudah berusaha sebisa kami, tapi kondisinya masih begini saja," ujar Dede dengan nada penuh harap.

Hingga saat ini, keluarga sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah setempat maupun pihak terkait. Kebutuhan akan layanan kesehatan yang berkelanjutan, alat bantu, serta bantuan biaya hidup menjadi prioritas utama bagi keluarga Iding di tengah sisa-sisa trauma pascabencana.

​Tragedi gempa Cianjur 2022 memang telah berlalu tiga tahun, namun bagi Iding, luka fisik dan beban ekonomi akibat bencana tersebut masih terasa hingga hari ini. Keluarga berharap pemerintah tidak melupakan para korban luka berat yang masih berjuang untuk sembuh di balik bilik-bilik rumah warga. Laporan : Burdah